BEGAWAT – Pemerintah Desa Begawat kembali menggelar kegiatan "Peningkatan Kapasitas Relawan Desa Tangguh Bencana (DESTANA) Tahun 2025". Kegiatan ini bertujuan untuk menyegarkan kembali ingatan dan mematangkan kemampuan para relawan desa yang sebenarnya sudah lama terbentuk.
Kepala Desa Begawat menegaskan, pelatihan ini sangat penting agar para relawan tidak lupa akan tugasnya. Meskipun struktur organisasi sudah ada, keterampilan menghadapi bencana harus terus dilatih agar saat kejadian darurat, relawan tidak bingung dan bisa langsung bertindak cepat.
Tiga Ilmu Penting dari Tiga Narasumber
Agar pelatihan ini benar-benar bermanfaat dan berbobot, Pemerintah Desa menghadirkan tiga narasumber ahli dengan materi yang saling melengkapi:
- Camat Bumijawa (Ilmu Manajemen & Komunikasi): Bapak Camat mengajarkan bagaimana cara melapor dan meminta bantuan yang benar ke tingkat Kecamatan atau Kabupaten. Tujuannya agar saat bencana terjadi, bantuan bisa datang lebih cepat karena alur komunikasinya jelas dan tidak semrawut.
- Babinsa Bumijawa (Ilmu Disiplin & Mental): Materi ini fokus pada pembentukan mental relawan yang tangguh. Babinsa menekankan pentingnya kedisiplinan dan keberanian di lapangan. Relawan diajarkan cara mengamankan lokasi bencana agar warga yang menonton tidak menghambat proses penyelamatan.
- Ketua Relawan SAR Bumijawa (Ilmu Teknis Penyelamatan): Ini adalah materi inti tentang praktek di lapangan. Ketua SAR Bumijawa Bapak Abdul Khayi mengajarkan teknik-teknik penyelamatan yang aman, cara mengangkat korban yang benar agar tidak memperparah luka, serta cara memberikan pertolongan pertama sebelum tim medis datang.
Harapan untuk Desa Begawat
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa berharap Relawan Destana Begawat semakin kompak dan profesional. Dengan bekal ilmu manajemen, kedisiplinan, dan teknik penyelamatan yang baru, relawan desa diharapkan bisa menjadi garda terdepan yang bisa diandalkan untuk melindungi keselamatan warga Desa Begawat.