BEGAWAT – Hujan deras yang mengguyur wilayah Desa Begawat pada hari Selasa (23/12/2024) sore mengakibatkan bencana tanah longsor di RT 007 RW 002. Peristiwa ini menyebabkan ruas jalan penghubung antara Dusun Dukuh Pring dan Dusun Karanggoleng mengalami ambles dan retak parah.
Kejadian yang berlangsung sekitar pukul 18.00 WIB ini diduga disebabkan oleh kondisi tanah yang menjadi lunak akibat gerusan air hujan, serta posisi jalan yang berada tepat di bibir tebing yang tinggi.
Akses Vital Warga Terganggu
Kepala Desa Begawat menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas warga kedua dusun. Meskipun selama ini hanya dapat dilalui kendaraan roda dua, jalur ini adalah urat nadi perekonomian dan aktivitas sosial warga setempat.
"Kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Badan jalan retak memanjang dan sebagian bahu jalan longsor ke jurang. Ini sangat berbahaya," ujar Kepala Desa Begawat saat meninjau lokasi.
Akibat kejadian ini, aktivitas warga menjadi terhambat. Meskipun terdapat jalur alternatif lain, warga harus memutar dengan jarak yang cukup jauh, sehingga memakan waktu dan biaya transportasi yang lebih besar.
Butuh Penanganan Serius
Pemerintah Desa Begawat telah melakukan peninjauan langsung dan melaporkan kejadian ini kepada pihak Kecamatan dan Pemerintah Kabupaten. Mengingat lokasi longsor berada di tebing yang sangat tinggi dan curam, perbaikan jalan ini membutuhkan penanganan teknis konstruksi berat dan anggaran yang besar, yang mana sulit jika hanya mengandalkan Anggaran Dana Desa.
Pemerintah Desa berharap Dinas Pekerjaan Umum (DPU) atau dinas terkait dapat segera memberikan bantuan penanganan darurat maupun permanen agar akses warga dapat kembali normal.
HIMBAUAN KEPADA MASYARAKAT
Menyikapi kondisi cuaca yang masih tidak menentu dan kondisi jalan yang kritis, Pemerintah Desa Begawat menghimbau kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Dusun Dukuh Pring dan Karanggoleng, untuk:
- Meningkatkan Kewaspadaan: Bagi pengendara roda dua yang terpaksa melintas, dimohon untuk ekstra hati-hati dan memperhatikan kondisi tanah sekitar retakan. Jangan memaksakan diri melintas jika hujan sedang turun atau kondisi tanah terlihat bergerak.
- Hindari Kendaraan Berat: Ditegaskan bahwa jalur tersebut tertutup total untuk segala jenis kendaraan roda tiga atau empat karena risiko ambles susulan sangat tinggi.
- Utamakan Keselamatan: Jika ragu atau saat hujan lebat, disarankan menggunakan jalur alternatif meskipun jarak tempuh lebih jauh, demi keselamatan jiwa.
- Melapor Segera: Jika warga melihat adanya pergerakan tanah susulan atau retakan yang semakin lebar, mohon segera melapor kepada Ketua RT/RW atau Perangkat Desa setempat agar dapat diambil tindakan pengamanan lebih lanjut.
Mari kita sama-sama berdoa agar bencana ini segera mendapatkan penanganan dan kita semua senantiasa dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa.